Golongan Asuransi

Pada hakekatnya asuransi adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) mengenai pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.
Resiko yang dialihkan meliputi: kemungkinan kerugian material yang dapat dinilai dengan uang yang dialami nasabah, sebagai akibat terjadinya suatu peristiwa yang mungkin/belum pasti akan terjadi (Uncertainty of Occurrence & Uncertainty of Loss).

Misalnya:

  1. Resiko terbakarnya bangunan dan/atau Harta Benda di dalamnya sebagai akibat sambaran petir, kelalaian manusia, arus pendek.
  2. Resiko kerusakan mobil karena kecelakaan lalu lintas, kehilangan karena pencurian.
  3. Meninggal atau cedera akibat kecelakaan, sakit.
  4. Banjir, Angin topan, badai, Gempa bumi, Tsunami

Secara garis besar bidang asuransi terdiri dari 2 (dua) golongan asuransi, yakni:

1. Asuransi Kerugian atau umum

asuransi umum

Yang terdiri dari asuransi untuk Harta Benda (Property), Kepentingan Keuangan (Pecuniary), Tanggung Jawab Hukum (Liability), dan Asuransi Diri (Asuransi Kecelakaan dan Asuransi Kesehatan).

2. Asuransi Individu

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan ada di kelompok asuransi ini.

golongan asuransi

Jenis asuransi yang menyangkut masalah meninggal/ sakitnya tertanggung dalam periode asuransi atau tetap hidup sampai akhir periode Polis Asuransi Jiwa atau kesehatan yang bersangkutan. Perusahaan Asuransi Jiwa juga diperbolehkan untuk memasarkan produk Asuransi Kecelakaan dan Kesehatan.

Baca Info menarik : Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Perbedaan antara Asuransi Individu dan asuransi Kerugian

Pada Asuransi Individu terdapat unsur perlindungan (proteksi) dan unsur tabungan, sedangkan pada Asuransi kerugian hanya terdapat unsur proteksi saja.

Pembayaran klaim atas ganti kerugian atau santunan dari Asuransi Jiwa sudah ditentukan pada saat permulaan perjanjian, sedangkan pada Asuransi Umum ditentukan pada saat kerugian terjadi.

Siapa saja yang sebaiknya membeli produk asuransi tsb ? BACA Di sini

Saat inipun sudah ada jenis Asuransi Syariah yang khusus disiapkan untuk umat Islam dengan tidak melibatkan riba dengan sistem Tabarru